JANGAN GOLPUT

Apakah dengan ikut pemilu akan terjadi perubahan?

Apakah dengan ikut pemilu akan terjadi perubahan?

Politik dapat diibaratkan sebuah kebusukan yang disajikan indah dalam talam bunga-bunga harum mewangi. Disajikan dalam nyanyian dan puja dan puji namun itu semua tak lebih dari, tak lebih dari sebuah kebusukan yang tersaji indah. Tetap saja busuk.

Mengapa? Karena semua negara, semua bentuk kekuasaan, yang pernah memegang dan tengah memegang kekuasaan atas nasib orang banyak sampai sekarang ini baik berbentuk demokrasi atau keturunan adalah sama. Jangan berharap terlalu, ada budi di dalamnya.

Karena tiada budi, maka janganlah terlalu berharap. Siapapun yang memenangkan pertarungan politik akan memikirkan kamanfaatan organisasi (Negara), mengesampingkan kepentingan pribadi. (Diduga kuat) serakah, dengan tipu dan korupsi adalah tujuan utama. Mungkin, ia akan memikirkan namun apabila tidak bersinggungan dengan kepentingan pribadi atau golongan.

Sekiranya politik ini tidak akan menguntungkan agama kita, kita tinggalkan ini semua.

Pemilu 1955

Pemilu 1955

Pada pemilihan umum 2014 ini. Saya menganjurkan, jangan Golput! Golput, adalah golongan putih dikenal sebagai sebutan untuk warga negara yang sengaja menolak memilih dalam pemilu. Pemilihan umum merupakan bentuk terkecil pertisipasi bagi warga negara dalam perubahan negeri.

Tidak memilih berarti membutakan diri dari politik, dan buta politik dijelaskan dengan sangat baik oleh seorang Penyair Jerman, Bertolt Brencht.

“Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisapasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua bergantung pada keputusan politik. Orang buta politik begitu bodoh sehingga dia bangga dan memnusungkan dadanya mengatakan bahwa dia membenci politik. Si dungu yang tidak tahu bahwa dari kebodohan politik tersebut melahirkan pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional”

Sekiranya politik ini tidak akan menguntungkan agama kita, kita tinggalkan ini semua.

Sekiranya politik ini tidak akan menguntungkan agama kita, kita tinggalkan ini semua.

Maka (mungkin) sungguh keajaiban jika dalam pemilihan umum ini terpilih ia yang adil, sehingga tak pernah berlaku zalim, sehingga ia tak pernah memuaskan hawa nafsu dengan merugikan kepentingan umum, sehingga ia tak pernah khilaf dalam menimbang buruk baik. Dan kapasitas yang seperti ini sangan jarang, apalagi dalam politik (Jika ada orang seperti ini, maka dapat dipastikan ia adalah pilihan Tuhan, yaitu Rasul. Ia bukan manusia biasa) Saat ini, di Indonesia bahkan bisa dikatakan tidak ada (Bahkan mungkin tidak pernah ada!)

Tulisan ini bukan ditulis berdasarkan nafsu melanggengkan bentuk dan sistem kekuasaan yang ada. Ini hanyalah anjuran untuk berbuat, karena penyesalan terbesar bukan ketika kita memilih berbuat, dan gagal. Namun, saat kita memilih tidak berbuat apa-apa, dan meratapi kemudian. Tidak ada salahnya, memilih berbuat dan berharap Indonesia menjadi Negara yang lebih baik. Sebuah harapan, Negara ini, milik kita semua yang hidup di sini.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Mari Berpikir and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s