FANA

Sesungguhnya masa lalu, sekarang dan masa depan itu tidak ada. Semua hanyalah gerak semata.

Sesungguhnya masa lalu, sekarang dan masa depan itu tidak ada. Semua hanyalah gerak semata.

Kata adalah kata, kita cinta karena kata-kata, kita percaya karena kata-kata, nasib terperangkap dalam kata. Mungkin dunia yang kita lihat bukan dunia yang sesungguhnya, sebenarnya beragam gradient warna itu di mata orang lain berbeda. Hanya persepsi yang membungkusnya, menyajikan berbeda. (Mungkin) setiap hari kita melihat hal yang sama, namun waktu menjadikannya berbeda. Semua kehidupan akan berakhir (fana), semua hati akan patah. Maka biarlah kita menggunakan waktu sebaik mungkin

Semua manusia fana, karena ia berubah, ia bergerak. Seseorang yang berumur 29 tahun, ketika diperhatikan potretnya sewaktu berumur 12 tahun, waktu kecil. Berbeda sama sekali rupanya, boleh dikatakan dalam tiap segi. Demikian pula tindak tanduk, laku perbuatan dan perangainya. Dan kita dapat memperkirakan jika ia mencapai umur 80 tahun, maka berbeda pula rupa dan perangainya. Lalu timbul pertanyaan, apakah ia merupakan orang yang berbeda? Maka dialektika menjawab, ketiga itu adalah orang yang sama. Berbeda rupa dan sifat karena peranan waktu.

Alam ini selalu dalam perubahan, tidak ada yang tetap, hanya Tuhanlah yang serba-tetap. Selain daripada itu, tiap-tiapnya selalu mengalami perubahan. Demikianlah manusia berubah, alam pikiran berubah, penghayatan berubah, kebudayaan berubah, pandangan berubah, mentalitas berubah. Sesungguhnya masa lalu, sekarang dan masa depan itu tidak ada. Semua hanyalah gerak semata.

Perubahan di tandai peristiwa, dalam peristiwa ada beberapa keadaaan yang datangnya berturut-turut dalam waktu. Dan waktu adalah syarat bagi peristiwa. Tanpa waktu tidak ada peristiwa. Perjalanan waktu memungkinkan adanya keadaan pertama, disusul kejadian kedua. Tanpa perjalanan waktu keadaan pertama tetap adanya, gerak menjadi ada, karena ada waktu. Surga digambarkan sebagai tempat tanpa perubahan, karena disitu waktu berhenti.

Tapi itu saja belum cukup! Untuk menjadikan sesuatu peristiwa harus ada hubungan antara kedua keadaan itu, yang disebut hubungan sebab-akibat – Hukum Kausalitas. Peristiwa terdiri dari dua keadaan yang berurutan dalam waktu, dan keadaan yang satu berhubungan dengan yang lain. Di surga, dimana hanya ada keabadian, waktu tidak hadir juga perbuatan.

Kekacauan menyertai setiap perubahan besar. Perubahan itu tidak mutlak baik atau buruk, namun pengetahuan selalu berguna. Karena penyesalan itu hanya milik orang yang mampu melakukan sesuatu, tapi tidak melakukan apa-apa

Di dunia ini, manusia adalah manusia, meski dunia ini adalah nihil yang indah. Dunia yang fana ini, ada yang menyentuh, mengejutkan, dan mempesona di sana. Dan di dalam sejarah, di luar surga, manusia harus siap kecewa, tapi (juga) mensyukuri apa yang fana.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Mari Berpikir and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s