PLEDOI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

BATMAN ABLDunia hanya menjanjikan dua kepastian. Hal yang pertama adalah mati, dan hal yang kedua adalah tua. Dikatakan tua sendiri tak berarti harus menjadi kakek atau nenek, karena setiap penambahan umur baik sehari, sejam bahkan sedetik pun adalah proses penuaan. Waktu sejatinya adalah gerak tiada henti. Segala cara telah dilakukan manusia untuk menghentikan waktu, pergantian milenium tetap tak terhenti.

Organisasi tanpa plakat, Assosiasi Budjang Lapok mengalami pergantian zaman yang begitu cepat, sebetapapun legendaris mereka. Kurang lebih dapat dipastikan akan ditinggalkan hampir sebagian besar anggota di tahun depan. Semua anggota telah berpunya rencana, kecuali Barbarossa, Penyair dan Tabib Pong. Dan itu semua wajar, karena tiap generasi memiliki waktunya tersendiri. Orang-orang lama digantikan orang baru, jamak dalam hukum alam. Akan tetapi setiap orang tua memiliki penyakitnya sendiri. Kumpulan sikap sensitif, merasa hebat, ketakutan tak beralasan hingga hal-hal remeh-temeh yang didiagnosis sebagai penyakit tua.

Cerita bermula ketika Barbarossa dan Mister Big mengikuti Konfrensi Organisasi Warlords, sebuah organisasi kumpulan jenderal perang, begitulah mereka menyebut diri. Apa dan bagaimana bentuk organisasi itu sendiri tidak ada yang mengetahui, kecuali para anggotanya. Dan itu dilindungi dengan seperangkat kode etik yang keras. Desas-desus yang beredar di Bandar, organisasi ini tak lebih dari perkumpulan pencinta sejarah yang perangkat organisasi disamakan dengan struktur militer Kerajaan Bandar. Sepengetahuan masyarakat Bandar, organisasi ini dikomandoi oleh Abusyik dan Wali, masing-masing memiliki fungsi misterius, bahkan Barbarossa dan Mister Big sendiri selaku anggota organisasi WarLords tidak pernah membicarakan ini dengan anggota ABL lain, yang juga tidak pernah menanyakan.

Ini bermula ketika Abusyik bertanya, “Apakah ada korelasi antara penyuka sejarah dengan orang yang susah move on?”

“Menurut saya tiada.” Wali menjawab.

“Mungkin saja, untuk itu masa muda janganlah di sia-siakan.” Barbarossa punya pendapat.

“Tanda kesia-siaan waktu muda adalah bujang lapok.”

“Kalau lapok berarti tua Wali.”

“Betul Barbarossa, bujang sampai tua berarti dari muda tetap bujang. Jika sudah menikah namun bubar berarti bukan bujang.”

Sebenarnya tidak ada yang salah apa yang dikatakan Wali, Barbarossa tertawa masam di Konfrensi Warlords, apalagi Mister Big sempat berbisik pelan sambil tersenyum malu-malu. “Eksistensi ABL digugat Wali secara halus.”

Dengan gigi rapat Barbarossa membalas, “biar Penyair yang menyusun gugatan balik.”

X

“Apa pula beta malam-malam diganggu tidur sama dua burung hantu ini.” Penyair menggosok-gosokkan mata, turun tangga rumah dengan kesal. Hampir setengah jam Barbarossa dan Mister Big memangil-mangil. Menjelang akhir tahun pasar makin ramai, petugas pemungut cukai pasar pun mendapat tambahan jam kerja. Pergi sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari tenggelam. Akhir-akhir ini Penyair jarang bergabung dilepau nasi karena kelelahan.

“Hey, Penyair eksistensi kita sedang digugat!”

“Digugat pengadilan maksud kau Barbarossa?”

“Bukan pengadilan, jelaskan Mister!”

“Begini, sewaktu konfrensi Warlords tadi barusan. Wali mengatakan bahwa kita, ABL adalah grup sia-sia, tidak ada guna, penyakit masyarakat, pokoknya yang jelek-jelek.

“Iya kalau ABL memang jelek, kenapa memangnya? Lagian konfrensi Warlords itu kan urusan kalian berdua, beta apa hubungannya?”

“Gugat baliklah Penyair, setidaknya bantahlah.”

“Tidak mau beta! Kalian menyuruh beta menggugat Wali sama dengan misi bunuh diri. Wali itu sudah merantau kemana-mana, belajar ke negeri atas angin. Siapa Penyair?” Penyair menunjuk hidung. “Beta cuma penjaga pasar yang kebetulan menyukai syair.” Sambil mengangkat bahu.

“Ya, setidaknya punya kemampuanlah. Balaslah”

“Beta, sekali bilang tidak tetap tidak!”

“Tak usah terlalu kau bujuk dia Mister, mungkin memang si Penyair ini tipenya senang melihat kawan susah, malu mengakui berkawan dengan kita yang hina ini.”

“Kata-kata itu siapa yang mengajarkan Barbarossa! Jangan bilang nama beta Penyair kalau itu kejadiannya.”

“Jadi?”

“Beta susun sekarang! Kalian pulanglah, besok beta beri!”

XX

Selepas dhuhur, tiba-tiba Penyair datang ke gudang beras, Barbarossa dan Mister Big sedang tidur-tiduran, “Beta tak tidur semalam menyusun ini, ambillah!”

Barbarossa melonggokkan kepala, mengambil daun lontar dari Penyair.

“Duduklah dulu Penyair, ada banyak kueh dan kopi disini.” Kata Mister Big dari samping.

“Tapi waktunya kurang tepat. Beta harus kembali ke pasar.”

“Sudahlah Penyair, tak lama itunya.” Barbarossa membuka gulungan lontar dan membacanya. Penyair duduk, menunggu.

PLEDOI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK, PERJUANGAN KITA

Perjuangan kita adalah perjuangan menegakkan kebenaran, perjuangan untuk menjaga kemurnian iman perjuangan. Perjuangan kita jangan sampai dicemari oleh niat ketidakikhlasan, niat untuk menerima pujian.

Perjuangan kita bukanlah perjuangan membela yang lemah namun perjuangan yang membela keadilan, dimana setiap orang memperoleh haknya sesuai dengan kewajibannya.

Perjuangan kita bukanlah perjuangan yang bergantung pada seorang perorang, namun bergantung pada kontuinitas organisasi perjuangan.

Perjuangan kita, bukanlah perjuangan untuk menipu dengan kata-kata dimana orang sering terperdaya karenanya namun perjuangan kita adalah perjuangan dengan tindakan yang nyata.

Perjuangan kita tidak menginginkan “persatuan” yang dipaksakan karena hanya akan melahirkan “anak banci” namun perjuangan ini menginginkan persatuan dengan keikhlasan dan tulus hati demi apa yang kita sebut persamaan tujuan yang azali.

Terakhir, tujuan perjuangan kita adalah menjaga kedisiplinan diri kita melanjutkan perjuangan dikehidupan nyata.

Selesai membaca kening Barbarossa berkerut, “Terus ini mau diapakan? Diserahkan ke Wali?”

Penyair tertawa keras. “Terserah kalian berdua, mau ditempelkan di markas WarLords juga boleh.”

“Apakah ini tidak terlalu aneh?” Tanya Mister Big.

Penyair memakai kasut dan berkata, “akuilah kita semua memang aneh, makanya kita bergabung dalam ABL. Beta permisi.” Barbarossa dan Mister Big saling pandang. Penyair pergi dengan cepat, ia memacu kuda, debu naik ke angkasa.

“Mister, tidakkah kau merasa bahwa Penyair itu memiliki logika pikir yang aneh?”

“Ente juga aneh Barbarossa.”

“Tapi belum seaneh Mas Jaimkan?”

Mister Big tersenyum, “Mari kita tempelkan ke markas Warlords?”

“Ayo.”

“Tapi bagaimana dengan gudang beras ini? Siapa yang menjaga?”

“Aduh Mister Big.” Barbarossa terdiam sekejap. “Alah peduli setan, gudang ini tidak akan kemana-mana.”

XXX

KATALOG SERI ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA
  8. BERAI
  9. LALAI
  10. CIDUK
  11. UNDANGAN
  12. LINGKARAN

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to PLEDOI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

  1. Wali says:

    Klarifikasi sang Wali Warlords.

    Yang dilakukan oleh Wali adalah mencoba menterjemahkan isi pikiran sang ketua Barbarossa disaat diskusi mengenai Sejarah sedang berlangsung melompat langsung begitu jauh menuju pembahasan kesia-siaan masa muda yang kemudian oleh Mr. Big hasil terjemahan Wali ini di intepretasikan sebagai sebuah gugatan.
    Wali punya alasan yang dirasa kuat mengingat kapasitas sang ketua disetiap aktifitas kepemimpinannya selalu menunjukkan langkah-langkah yang terukur.
    Jikalah memang terjemahan sang Wali dan intepretasi Mr. Big tersebut benar adanya, kenyataan yang terjadi sebenarnya adalah secara tidak langsung juga tidak sadar sang ketua sedang menggugat perkumpulannya sendiri.
    Di sisi lain, intepretasi Mr. Big disinyalir sebagai suatu naluri defensif agar Asosiasi Bujang Lapok tetap lestari alias tidak Lapok seperti namanya.

    • Penyair says:

      Duhai Wali, Warlords ABL ini dibentuk lebih dari perasaan se-nasib, dan juga sejarah. Bukankah seorang laki-laki akan lebih mengenali satu sama lain, dimana jalan mereka saling bersinggungan? Bukankah pula telah terjadi kehancuran di Timur dan Barat akibat anak manusia terlalu mudahmenyerahkan hati.

      • Wali says:

        Duhai sang Penyair bertalenta agung, kita hidup di kelilingi oleh hujan isyarat setiap sepersekian detik dari lahir sampai mati yang oleh tubuh kita isyarat ini di tangkap oleh indera. Walaupun Tuhan menciptakan indera tersebut dengan sempurna, masih ada tahapan proses yang mesti diteruskan, yaitu ada yang menyebutnya dengan penafsiran ataupun penerjemahan karena tugas indera hanyalah menangkap isyarat.
        Proses penafsiran adalah satu peristiwa kompleks yang didalamnya terlibat banyak elemen seperti pengetahuan, pengalaman, kepentingan, dugaan, prasangka, bahkan juga bualan. Banyak sekali hasil penafsiran yang menimbulkan pro dan kontra, yang sifat lestari sepanjang jaman atau lapuk dimakan usia yang terkadang hasil penafsiran itu keluar dari seseorang yang berlabel penafsir.
        Dalam konteks ABL, yang Wali lakukan hanya dua tahapan proses yaitu pembacaan isyarat dan penafsiran (analisa), tidak lebih.
        Wali belum sampai ke langkah pembahasan, alih-alih pengambilan kesimpulan, apalagi sampai memberikan rekomendasi.

  2. Penyair says:

    Terima kasih atas perhatian Wali, akan tetapi Beta perlu bantuaan ketua dan anggota ABL. Ooo ketua, mana ketua Assosiasi? Beta need Backup. Wali ini bukan tandingan Beta seorang. Dimana Barbarossa? dimana Mister Big? dimana Laksamana Chen? dimana Prof. Gahul? dimana Amish Khan? dimana Tabib Pong? dimana Santiago? dimana Mas Jaim? dimana Tuan Takur? dimana Bang Tigor? Katanya manusia burung hantu, gini-gini aja dihadapan Wali

    • tengkuputeh says:

      Setiap tokoh terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan, memiliki takdir tersendiri. Maksud baik dari Wali, yang ditanggapi beragam tentunya (dalam hal ini Penyair sebagai corong suara ABL) akan membuka khazanah pemikiran teman-teman.

      • Penyair says:

        Beta sangat kecewa, tiada anggota Assoasiasi Budjang Lapok lain yang “berani” menanggapi Wali. Beta tiada sepaham dengan orang diatas beta. Terlalu cepat menyimpulkan, terlalu hati-hati, terlalu bijak.

  3. Pingback: KURANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  4. Pingback: HILANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  5. Pingback: DENDANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  6. Pingback: PERKASA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  7. Pingback: ENIGMA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  8. Pingback: ALIANSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  9. Pingback: MEMORI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  10. Pingback: BAYANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  11. Pingback: MERAJOK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  12. Pingback: BATAS ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  13. Pingback: ILUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  14. Pingback: EVOLUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  15. Pingback: BUKU ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  16. Pingback: VIRTUE ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s