TAKUT

Sebuah perjalanan sebetapapun tidak puitisnya ialah cerita tentang melatih diri seraya berbagi sebegitu banyak. Ada getar yang membingungkan, yang mengelak dari hasrat di gunung yang harus kudaki sendiri, antara takut dan tidak. Yang satu tak bisa disebut tanpa yang lainnya, tak bisa tanpa yang satunya.

Padaku, ada sifat yang menolak dimasuki yang memintamu berpaling. Terselip gentar amat sangat pada bayang-bayang yang setiap kali diusir, muncul menari-nari di tempat lain. Sejenis kutukan dan hal-hal aneh bersembunyi ditempat-tempat gelap. Ketika batinku berkata, “jangan kehilangan nyali sekarang! Sementara kau telah berjalan sejauh ini.” Aku, mengasihani diriku sendiri.

Selalu ada keadaaan tak tergali. Ketakutan ini adalah hal-hal yang tak terungkapkan, berada diluar pemahaman. Gelisah ini memintaku berlari dan terus berlari setiap memiliki kesempatan, mengingat bayangan itu mencekikku pada malam-malam yang dingin, memuntahkan segala perisai keberanian terserak acak.

Hidup adalah perjalanan tiada henti, aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Sungguh aku tidak tahu, aku takut. Aku siap, setidaknya mencoba mempersiapkan diri menghadapi kecamuk kebetulan-kebetulan. Ketakutan itu memiliki kejujurannya sendiri. Seperti halnya apa yang kubenci bertahun lalu menyelamatkan aku hari ini, masih beranikah aku memiliki kebencian.

Ini aku lakukan bukan karena aku luar biasa pemberani, bukan hikayat yang patut dikenang sepanjang masa, biasa saja. Bukan pula karena aku takut tak mampu menyembunyikan rasa takutku lagi. Tapi karena kami adalah sepasang musuh yang tak pernah bertemu (lagi), dimana aku gentar padanya, terhukum untuk cinta yang sama.

Jika saya harus pergi, (maka) saya akan pergi.

XXXXXXXXXXX

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to TAKUT

  1. Pingback: CURSE OF HATRED | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  2. gold price says:

    Teman saya itu kemudian melanjutkan, “Memangnya kenapa dengan saya yang masih gadis diusia segini? Apa dia merasa lebih baik karena telah memiliki pasangan hidup, dikaruniai anak, dan sudah memiliki rumah sendiri? Apakah karena saya jadi lebih rendah dan harus dikasihani? Saya jadi bingung dengan orang-orang di sekitar saya, terutama menjelang pernikahan adik. Mereka seolah memandang saya dengan tatapan iba, sementara saya sendiri telah berhasil mengatasi perasaan dan menjalin hubungan baik dengan calon ipar saya tersebut. Look at me: I’m single and very happy,” ungkapnya berapi-api.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s