BERAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Hanya mereka yang kuatlah mampu berdiri sendiri, akan tetapi ada sesuatu yang tidak mungkin dikerjakan sendirian di bawah langit yang luas ini. Takdir bahwa ditempat yang dinaungi cahaya juga memiliki tempat yang curam, dan terbuka kemungkinan akan rasa pahit. Akan tetapi hidup ini adalah parodi, dimana segala sesuatu yang asik meskipun menyedihkan akan membawa banyak tawa dibandingkan air mata.

Belakangan ini, Assosiasi Budjang Lapok sudah jarang berbual-bual dalam lepau nasi. Jarang sudah berassosiasi. Dalam keanggotaan penuh, mungkin sulit. setidaknya mencapai kourum pun tidak mampu, hanya Barbarossa dan Mister Big saja yang ada, pastinya sangat sepi. Walaupun sesekali Amish Khan dan Tuan Takur datang namun terasa kurang jika Laksamana Chen dan Penyair tidak berhadir. Seperti sayur tanpa garam. Top Five ABL sedang dalam keadaan berai !!!

Isu yang beredar Laksamana Chen dan Penyair setelah lebaran haji akan menikah, dan ini tentunya membuat ketua Assosiasi kebakaran jenggot. Bersama Mister Big, ia merencanakan sesuatu, mulai dengan menyurati dan mengecam, sampai menyebut Laksamana Chen dan Penyair sudah menua, dan memerintahkan keduanya untuk tidak menuakan diri. Apa jadinya ABL bila ditinggalkan dirigen (Laksamana Chen) dan Wiracarita (Penyair). Cerai berailah ABL.

Jumat malam, Barbarossa, Mister Big, Amish Khan dan Tuan Takur menikmati hidangan nasi di Lepau dekat pelabuhan sambil mencicipi teh tarik hangat. Kelihatan muka mereka cemberut, ini adalah malam libur mengapa Laksamana Chen dan Penyair tidak datang. Mister Big adalah yang paling runyam wajahnya, kecewa berat dengan kelakuan para sahabat yang dianggap mbalelo.

“Apa kau harap Mister Big, mereka sudah tua! Sudah tidak main lagi.” Barbarossa paling mengerti hati sejawat penjaga gudang beras kerajaan yang terkenal akan kegalauan itu

“Tua itu pasti, yang jelas beta kecewa mereka menuakan diri. Harusnya selamanya muda.” Mister Big lebih kecewa kepada Penyair dibandingkan Laksamana Chen, kalau Laksamana memang terkadang kumat kemalasannya, namun penyair biasanya bersemangat. Namun belakangan ini sering absen dengan alasan sakit. Malam tidak pernah keluar, mengapa bisa sakit. Sepertinya ada yang mencurigakan disini.

“Tidak baik memikirkan mereka, lebih baik kita bersenandung saja.” Potong Tuan Takur, ia tidak pernah tahu atau mau tahu essensi. Nikmati hari ini, peduli apa masa lalu dan masa depan. Sayangnya pilihan jalan pikiranya sering tidak dipedulikan anggota ABL lainnya.

“Sik, asikk. Sik, asikk. Sik, asikk.” Amish Khan menggoyang-goyangkan kepala.

“Kamu itu Inlander yang senang melihat kehancuran ABL. Dan kamu itu Inlander yang suka bergembira setiap saat.” Tunjuk Barbarossa kepada Tuan Takur dan Amish Khan. “Penyair pun satu, sudah aku minta untuk meneruskan serial ABL tapi malah sibuk bersyair tidak jelas, kemudian sakit pula. Sama seperti Laksamana Chen yang tua! Apa jadinya kalau nanti kita hanya makan nasi berdua Mister Big!” ABL terkesima. Tak sari-sarinya Top Leader ABL jadi begitu sewot dan berkobar semangat kebujangannya.

“Sebelum ABL berai, malam besok undang mereka. Aku mau bicara, penting!”

“Ada apa? Mau menikah ya Barbarossa?” Amish Khan mencoba mendinginkan suasana.

“Besok malam pukul sepuluh disini! di lepau nasi depan pelabuhan, aku bilang!” Barbarosa pergi dengan raut wajah kesal. Berbeda dengan anggota ABL lainnya, Barbarossa, Laksamana Chen dan Penyair adalah teman sedari kanak-kanak. Wajar jika Barbarossa gusar, ketika mereka tiba-tiba berai. Teman masa kecil tak terbeli oleh waktu.

XXXXX

KATALOG SERI ABL

  1. GEMPAR
  2. TERLARANG
  3. NASIB
  4. RAGA
  5. BOIKOT
  6. RISAU
  7. BAHAGIA

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Cerita and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to BERAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

  1. Pingback: LALAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  2. Pingback: CIDUK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  3. Pingback: UNDANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  4. Pingback: LINGKARAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  5. Pingback: PLEDOI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  6. Pingback: KURANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  7. Pingback: HILANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  8. Pingback: DENDANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  9. Pingback: PERKASA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  10. Pingback: ENIGMA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  11. Pingback: ALIANSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  12. Pingback: MEMORI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  13. Pingback: BAYANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  14. Pingback: MERAJOK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  15. Pingback: BATAS ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  16. Pingback: ILUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  17. Pingback: EVOLUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  18. Pingback: BUKU ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  19. Pingback: VIRTUE ASSOSIASI BUDJANG LAPOK | FROM KOETARADJA WITH LOVE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s