TITIK TIADA KEMBALI

Itu terjadi begitu saja, di sebuah malam ketika api membakar pegununungan hijau di Barat. Bulan setengah tertutup kabut bersama angin malam layaknya membawa kesejukan. Akan tetapi api, api nun jauh disana seolah membakar. Sebuah drama sebuah kisah, akan segala dialog yang menyempilkan fragmen-fragmen kehidupan satu demi satu. Kilasan itu muncul sekilas mengingatkan yang tak ingin diakhiri.

Bertarung untuk menang adalah etika, menghormati sejarah adalah bajik. Itu mengajarkan kebanggaan atas apa yang kita kenakan. Mungkin sekarang zaman etik dan bajik seperti merangkai ilusi, adakala menjadi ia menjadi delusi kotor yang menuntut kemurnian sejati, padahal dunia ini fana, tiada sempurna.

Setelah apa yang terjadi tak mungkin aku kembali, mungkin bukan demi yang bajik atau etik. Bukan pula untuk apa yang penting maupun logis. Mungkin ini lebih kepada sebuah kebrutalan dengan gaya yang anggun, sebuah keyakinan yang berapi-api yang justru membekukan hati, sebuah penampilan harga diri yang menakutkan.

Dan ini adalah titik tiada akan kembali, adalah hidup sebuah pilihan untuk terus melangkah. Ketika bertemu kembali, diruang dan waktu yang lain lebih baik tanpa kata. Bebaskanlah tanggungjawab akan kata. Biarkan udara melingkupi jagad tanpa sepatah kalimat. Apapun itu ketika kaki melangkah, tiada guna menoleh kebelakang. Sungguh aku mengetahui bahwa akhir itu sudah dekat dan telah selesai menangisi hilangnya yang mutlak.

Ketika lampu padam, ada yang tak menjadi bekas. Setiap pementasan adalah peristiwa yang lahir dari ketiadaan.

XXXXXXXXX

 

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s