KETIKA SEKOLAH USAI

Sekolah dapat di-imaji-kan sebagai diorama serupa. Dimana saja dan kapan saja, sekolah seolah sama. Ia bertaut dengan ruang kelas, bangku dan meja kayu, papan tulis. Tidak muluk, tidak kekal namun memberi arti pada sejarah hidup anak manusia, sebelum bertemu sejarah yang lain. Dan ketika sekolah selesai, maka semua tak akan sama kembali, seseorang mungkin akan menghadapi medan tempur seperti neraka yang menyakitkan. Atau mungkin sebuah surga dengan kebun-kebun mengoda ataukah mungkin menjadi biasa, datar dan mengalir.

Keegaliteran dunia persekolahan adalah hal yang paling unik di dunia, ketika manusia dengan latar belakang sosial berbeda, berkumpul dengan tujuan meraup ilmu pengetahuan. Menghasilkan tiap kreasi, imajinasi mendambakan sebuah masa depan, sekolah adalah peristiwa yang tak terduga. Menghasilkan sebuah nostagia. Sebuah kotak dari masa lalu yang dapat dibuka kapan saja, aman dan mampu menghasilkan pandangan berbeda akan kejadian yang sama.

Tentunya dunia riil lebih kejam dibandingkan dengan lingkungan akademisi, dimana mereka yang berlabel protelar memiliki opsi lebih sedikit terhadap masa depan dibanding dengan mereka yang dilahirkan dalam keluarga patria. Maka alangkah sia-sia jika dibangku sekolah, kita asyik menertawakan kemalangan orang lain menuju kemalangan sendiri di masa depan.

Mungkin, disebuah Negeri yang tak adil. Diketahui fakta yang diterima luas bahwa pendidikan bukanlah suatu hal yang utama. Mungkin, kita melihat dengan mata terbuka, bagaimana orang-orang licik mengusung dunia yang besar ini. Padahal, yang dibutuhkan oleh zaman ini adalah mereka yang naïf dengan mimpi-mimpi besar untuk membawa marwah bangsa menuju arah yang lebih baik.

Meski begitu, pendidikan adalah jalan kebaikan untuk mengubah nasib. Mohon tidak disia-siakan, betapapun hidup ini kejam, betapapun dunia ini tak adil.

XXXXXXXXXX

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Mari Berpikir and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s