SAHABAT

Sahabat, adalah kenyataan bahwa kita tak selamanya kita sepaham. Mungkin, karena kita adalah dua orang anak manusia yang dibesarkan dalam kultur yang berbeda, oleh orang tua  yang berbeda pula. Jalan hidup setiap orang berbeda dan itu jamak adanya. Sahabat, dalam banyak hal kita saling menyetujui. Cita-cita kita bermiripan, ada banyak hal yang kupelajari darimu.

Sahabat, tiada guna segala nikmat dunia tanpa adanya persahabatan. Dalam persahabatan, aku selaku manusia memahami bahwa segala yang membawa bahagia itu bukanlah hal-hal yang luar biasa, melainkan sesuatu yang sangat biasa, terlewat oleh pandangan mata, menyegarkan. Bahwa setiap detik, kejadian menjadi arti. Tiada yang sia-sia.

Tujuh tahun bukanlah selamanya, akan terjadi nantinya tahun-tahun datang. Sebuah kisah bisa terhenti oleh jarak dan waktu, tapi hubungan hati itu abadi. Pernah kita tertawa, menyesali, marah dan menggerutu pada dunia. Akan tetapi, kita selalu berusaha untuk saling mengecewakan satu sama lain, meskipun kita pernah gagal dengan teruk.

Sekarang, ketika jarak ruang semakin menjauh. Dan ketika aku semakin acuh dengan duniaku sendiri. Betapa sungguh aku merasa bersedih akan kemalangan yang menimpamu. Engkau, sahabat. Yang kuyakini memiliki ketangguhan seperti karang, bukan kaca sepertiku. Ternyata, engkau tetaplah seorang manusia yang mungkin tersuruk, itu pasti. Hanya akulah yang lupa.

Dalam doa dan harapan, sungguh aku menginginkan dengan sangat engkau bangkit dan menertawakan kejatuhan sesaat ini. Sebagai lelucon dimasa yang akan datang, cerita penghias komedi pertemuan kita kembali. Sahabat, takdir sekarang memang tak mendekatkan kita. Aku tak akan menyesali, karena inilah jalan terbaik yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Sahabat, engkau adalah yang terbaik. Dan selalu dikelilingi oleh mereka yang baik. Maka berjuanglah, karena kami gentar bahwa tiada seorang pun yang akan menggantikanmu. Betapa engkau menjadi pengingat, betapa bernilainya orang baik.

Sahabatmu selalu, Milvan Murtadha.

 

XXXXXXX

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Kisah-Kisah, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s