CELA SEMPURNA

Kawan, bahwasanya tak ada cela dan sempurna yang utuh menyeluruh. Cela dan sempurna tiada berkemampuan berdiri dengan sendirinya. Apa yang ada disekitar akan mempengaruhi, hidup adalah aksi dan reaksi kawan.

Jangan takut tak memahami kawan, karena paham juga tak sempurna. Biarkan ia mengalir dalam cerita yang tersembuyi. Bahwa hidup ini mampu menembus ketidakmurnian dan keruntuhan yang lain, ketika kita sanggup menyambut apa yang asyik, dengan cara yang bersahaja, tanpa dibebani apapun jua. Mungkin itu sebabnya manusia dibelakai kemampuan khayali, berimaji.

Kawan dan lawan bukanlah musuh dan kita manusia. Tiada usah selalu sungkan untuk tak senantiasa selalu bersungguh-sungguh. Walau kadang kesungguhan tak menjauhi yang asyik, nakal, tak terduga-duga, tapi tak serakah untuk diri sendiri.

Dan celalah dunia ini kawan, bahwa ini zaman yang besar yang dibopong oleh orang-orang kerdil. Dalam secangkir gelas kita tertawa dan saling menertawakan akan nasib kita. Bahwa disitulah sebuah dunia tak pernah hilang, dunia yang telah menjadi ilusi, dikemas diteriakkan sebagai sesuatu yang baru, justu tak diciptakan kembali.

Yakinlah kawan, terkadang sepi itu baik. Tapi terkadang ramai itu lebih baik. Bahwasanya tiada hanya seorang yang merasa tersuruk, bahwa dunia pernah lebih buruk. Lepaskanlah segala topeng dan kita menari bersama, mengacuhkan dunia. Membuang segalanya.

Apapun yang terjadi kawan, yakinkan bahwa segala tindakan yang telah terjadi adalah yang terbaik. Tiada penyesalan, dan katakanlah, “Tiada pernah aku menyesali apapun jua.”  Dan sesunguhnya banyak liku dan lorong dalam masa lalu, terkadang manusia tak mau mengakui, bahwa ingatan tergantung dari kemarahan kita di suatu waktu. Maka lepaskan segala kemarahan dalam hening. Kemudian kembalilah dalam salam hangat. Agar tiada yang berkata, ada yang tersakiti berkali dalam satu hati karena kita pengecut.

XXXXXXXXXXXXXX

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s