KENANGAN AKAN GERIMIS

Adakah engkau mengingat

Kala gerimis membasahi bumi

Kita berjalan pelan

Mengharumi aroma hujan

 

Ketika gerimis turun

Segala keindahan turun ke bumi

Sebagai tanda rahmat dari sang Pencipta

Bahkan pada insan yang durhaka

 

Ketika itu kita masih muda

Penuh cita dan cinta

Menantang kejam dunia dengan rasa

Dan sekejap saja manusia menua

 

Satu dua tahun berlalu

Dengarlah suara kematian yang semakin dekat di setiap detiknya

Titik-titik hujan itu pelan

Aku berpulang dengan perasaan enggan

 

Tahun ini apa yang telah aku lakukan

Tetesan hujan dipunggungku semua tertelan gemuruh dilangit

Sebenarnya aku tak tahu apa yang aku inginkan sekarang

Hanya satu malam saja akan berakhir

 

Pernah merasa jalannya waktu terlalu pelan

Pernah merasa jalannya waktu terlalu cepat

Pernah rasanya ingin mengulang ke belakang

Rasanya tak ingin kembali

 

XXXXXX

 

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Kisah-Kisah, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s