MENGAPA HARUS BERKATA

Terpujilah para penyair, mereka yang memiliki kebebasan merangkai kata. Mereka yang memiliki kualitas melebihi para ilmuan terbaik disepanjang masa. Kata-kata berusia sama dengan manusia. Mengawali segala ilmu pengetahuan lainnya

 

Segengam pasir berhamburan

Menjadi saksi terbenamnya sebuah harapan

Langit merah yang berkobar-kobar

Mengiringi lagu amarah bergema

Kala laut lelah menyapu pantai

Terpaku ditiup angin meninggalkan kewajiban

Diantara celah kesempurnaan beku

Coba untuk teriakan getir yang menyala

Diantara bayang-bayang terbakar

Mencari tempat direlung jiwa

Temukan jawaban tuk hati yang terluka

Masih adakah sayang yang tersisa

 

Dalam kata manusia mencurakan rasa, menertawakan kepedihan dan menangisi kejayaan. Dengan kata manusia memberitahukan apa yang ia rasakan. Kata melahirkan kalimat yang akhirnya menyusun kebudayaan.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to MENGAPA HARUS BERKATA

  1. Aulia says:

    sesekali berkunjung ke blog sesepuh🙂 saleum

  2. Nice poem …
    #from.lambaro#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s