CERITA SEBUAH GUDANG

A warehouse as a world

A warehouse as a world

Hanya sebuah gudang

Dimana setiap sudutnya dihuni serangga

Dimana setiap sisinya dipenuhi kegelapan

Kumuh dan berdebu

 

Diantara bangku dan meja yang lapuk

Duduk termenung menghayati hidup

Merasakan dunia ini laksana sebuah gudang

Dan diri ini semakin kecil dan kerdil

 

Dulu, aku berusaha mengubahnya dengan teriakan-teriakan

Walau mereka ,menutup kedua daun telinga

Dan kini melupakan dan mencampakkan

Kesini disebuah gudang tua

 

Dalam sebuah gudang, terlewat dari hiruk pikuk dunia

Hanya ada keterasingan dan terlupakan

Merasakan nikmatnya sebuah keterasingan

Bersama-sama dengan tikus-tikusnya

 

Banda Aceh, Sabtu 5 Oktober 2002

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to CERITA SEBUAH GUDANG

  1. liza says:

    pertamax nih abu

  2. liza says:

    selamat menyepi di dalam gudang wahai abu
    semoga tikus-tikus itu tidak menularkan leptospirosis padamu.

    sepi itu terkadang indah
    mesti yang terdengar hanya suara cicak atau pun tikus

  3. buraqmanari says:

    Ketiga pun boleh,….
    assalamu’alaikum tengku,
    Cerita mengenai Gudang nih, saya jadi ingat sebuah Gudang di kampung saya yang pernah terlantar, dan setelah DOM terjadi, gudang tersebut kembali hidup sebagai tempat penyiksaan…
    Yach,… apapun itu semua telah berlalu… namun Gudang tersebut sekarang kembali berubah fungsi sebagai Gudangnya Setan Gentayangan yang juga suka berteriak- teriak setiap malam,.. Hiyyyy….

  4. kalau gudang penjaranya seperti yang dinikmati oleh si ayin alias aralyta suryani, pasti ndak akan ada tikus yang berani melintasinya, mas tengku, hehe …

  5. karangsati says:

    selain debu,
    barang-barang terlupakan. gudang juga menyimpan sepi

  6. Pingback: Homepage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s