TAK ADA APA APA

Ini kali kita bertemu, tak sengaja. Tidak ada apa-apa. Benci tiada, segalanya telah menguap. Biasa saja. Kata-kata tiada. Dan jika akhirnya bibirku tersenyum karena aku berbahagia. Sangat senang menjadi seorang yang tak lagi kau kenali. Sangat senang karena aku telah berhasil menjadi seseorang yang aku inginkan.

Dulu, kau katakan bersama waktu aku akan melupakanmu. Dan hari ini aku terkejut betapa kata-katamu itu tak lain dan tak bukan melainkan kebenaran. Kata-kata harimau yang engkau keluarkan ternyata hari ini menerkammu. Sungguh tak ingin kutertawa pada merana yang kau rasakan, maka menjauhlah.

Engkau tahu aku selalu menepati janji, maka janganlah kecewa jika hari ini aku menunaikan janjiku. Meski engkau merana, aku tak akan melihatmu lagi dengan perasaan yang sama. Aku yang tak pernah memiliki rasa takut sedari dulu, jadi mengapa hari ini aku harus ketakutan jika berhadapan langsung denganmu lagi.

Sudahlah, mata sendumu itu tak lagi bisa memanggilku. Ku hanya bisa berbisik dalam hati, selamat tinggal masa lalu. Kini ku memiliki masa depan yang harus kurengkuh. Satu kalimatku untukmu, janganlah terjerat masa lalu.

“Ada orang pernah bilang akar permasalahan dari seorang adalah memori, tanpa ingatan ia akan selalu menemukan hal baru disepanjang hidup tapi orang yang lain lagi juga bilang, kenangan itu adalah kotak harta yang bisa dibuka kapan saja. Bahkan disaat merasa tak memiliki apapun jua”

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to TAK ADA APA APA

  1. suryaden says:

    memang tergantung bagaimana kita memaknai kekayaan akan memori masa lalu…, bisa jadi jeratan, bisa jadi cambuk, bahkan bisa jadi sebuah keindahan tiada tara yang tidak bisa direngkuh lagi…😀

  2. alhamdulillah, hingga saat ini saya juga masih dikaruniai memori yang lumayan bisa utk mengingat peristiwa masa silam dan merasakan apa yang terjadi saat ini, mas tengku.

  3. tengkuputeh says:

    Mas Surya => masa lalu sudah berlalu ya mas, sudah semestinya kita juga kita memikirkan masa sekarang dan masa depannya…

    Mas Sawali => Yang kita ingat dari masa lalu adalah pelajaran yang dapat kita ambil disana sebagai hikmah…

  4. anie says:

    alhamdulillah… kita memiliki masa lalu, masa sekarang dan masa depan… selama hayat masih dikandung badan aku meminta rahmatNYA dan ALLAH memberiku begitu banyak kesempatan.

  5. d_thewhy says:

    masa lalu, biar saja jadi masa lalu…karena hidup adalah hari ini dan esok…terima kasih untuk masa lalu yang sudah memberikan pelajaran hidup dan kehidupan dalam langkah-langkahku…tanpa masa lalu, mungkin nggak ada pelajaran yang bisa aku petik…
    numpang cari ide, ya mas…maklum baru nekat belajar nulis…

  6. tengkuputeh says:

    Anie => benar, kita jgn prnh lupa bersyukur ya kan anie😀

    d_thewhy => saya juga akan belajar dari d_thewhy

  7. FaYChou says:

    Kyknya lagu ini cocok jd sountracknya, Van!
    “Memori, kau membuka luka lama yg kuingin lupa..
    Memori, tolong daku pergi jauh..
    Janji takkan kembali memori”

  8. tengkuputeh says:

    Hehehehehe…. Memori daun pisang bang… Kalau lagu versi dangdutnya, hehehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s