PERJALANAN INI

“perjalanan ini terasa lebih meletihkan, tanpa kau disisiku.”

Che Guevara mengelilingi Amerika latin untuk mewujudkan cita-cita revolusionernya, mengorbankan masa depan sebagai seorang calon dokter muda menjadi pejuang di Kuba dan akhirnya tewas di ujung peluru tentara pemerintah Bolivia.

Mohamdas Karamdas Gandhi atau yang lebih kita kenal sebagai Mahatma Gandhi menjelajahi negerinya untuk melihat nasib bangsanya, sebuah perjalanan yang dimulai dari seorang pengacara muda di Afrika Selatan yang mengurusi nasib orang India disana ia pulang ke India untuk memperjuangkan bangsanya dengan perlawanan ahimsa (a=tanpa/tidak, himsa=kekerasan) terhadap penjajahan Inggris.

Rasulullah di usia yang masih belasan melakukan perjalanan niaga ke negeri Syam, pada saat wahyu telah diturunkan kepada beliau Rasulullah juga mecoba berdakwah ke Thaif dan puncaknya ketika Rasullullah berhijrah dari Mekkah ke Madinah untuk melebarkan wilayah dakwah dan akhirnya menjadi awal dari kebangkitan Islam di Jazirah Arabia dan kemuliaan Islam di dunia. Pentingnyanya proses Hijrah ini membuat khalifah Umar bin Khattab menetapkan bahwa awal penaggalan tahun Islam dimulai dari Hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah dan dikenal dengan sebutan Tahun Hijriah.

Apa yang dapat kita petik dari pelajaran tersebut? Terkadang kita perlu membuka mata terhadap dunia, apa yang terjadi disekeliling kita. Orang yang berpergian ibarat air yang mengalir meskipun ia kotor maka alirannya yang akan membersihkannya, orang yang hanya diam ditempatnya ibarat air yang tergenang meskipun ia bersih lama kelamaan ia akan kotor jua adanya.

Berkaca dari kesuksesan orang-orang terdahulu, sebenarnya hikmah perjalanan itu sebenarnya adalah sangat-sangat besar, terbayang tidak seandainya Rasulullah tidak pernah Hijrah ke Madinah bagaimana dengan agama Islam saat ini? Atau dia disini bisa berwujud Che Guevara, Mahatma Gandhi, Sukarno, Chistoper Columbus, Snouk hurgronye, Thariq bin Ziyad atau siapapun dia.

Bagi penulis pribadi perjalanan ini mungkin banyak membawa hikmah antara lain mempertemukan kita dengan orang-orang yang terbaik yang mungkin tidak akan kita kenal atau bahkan kita temui kalau kita tetap di kampung halaman kita. Terkadang melihat hal-hal yang baru juga membuka cakrawala berpikir kita dan meningkatkan kualitas diri kita.

Lhokseumawe-Lhoksukon, renungan perjalanan tiga puluh kilometer, 17 Agustus 2009. Jalanan padat, dipenuhi sorak-sorai karnaval memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64. Milvan Murtadha

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Mari Berpikir, Pengembangan diri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to PERJALANAN INI

  1. suryaden says:

    semuanya menderita, namun sukses sesudahnya
    banyak macam perjalanan, mari kita menggali banyak pengalaman dan kesuksesan orang-orang..

  2. suryaden says:

    menarik sangat,
    Perjalanan Rasulullah tetap terberat dianttara ke tiga diatas mas😀

  3. bangsa kita juga telah melakukan perjalanan yang panjang, mas tengku, bahkan sudah berlangsung selama 8 windu. tapi kenapa kok masih terasa jalan di tempat, bahkan malah berjalan mundur, haks. kapan sampai ke tujuan?

  4. Uchan says:

    Tempaan hidup yang berat akan melahirkan manusia2 pilihan (bagi mereka yg lolos), tapi kebanyakan menyisakan pecundang yg terombang-ambing. Mudah2an mas bisa selamat melewati perjalanannya.

    Mengamini omongan mas suryaden, perjalanan rasulullah menurut saya memang yang paling berat. Bukan sekedar lolos ujian, melainkan orang pilihan.

  5. Barangkali perjalanan tak sekedar diartikan sebagai sebuah kegiatan fisik…tp mungkin juga bisa ditafsirkan sebagai sebuah proses tak berhenti dalam belajar dan berbuat…..

  6. tengkuputeh says:

    Mas Surya => setiap perjalanan mensucikan jiwa ya mas…

    Mas Surya => itu benar sekali mas…

    Mas Sawaly => perjalanan bangsa ini masih panjang mas, mudah2an bermuara kebaikan…

    Uchan => Benar mas, perjalanan adl salah satu tempaan kehidupan…

    Mas Esha => Ada orang2 yg tk pernah kemana-mana scr fisik namun jiwanya selalu berproses dgn belajar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s