PLEDOI IBLIS

Pledoi Iblis

Pledoi Iblis

Entah syaithan mana yang merasukimu hingga engkau mengancamku? Aku yang terlihat tolol ini bukan tak tahu. Aku hanya merasa tak perlu tahu akan tingkah polah dibelakangku. Ada hal lain yang lebih penting untuk disimpan bergiga kapasitas otakku. Bukan itu, yang menjadi perhatian bagiku.

Jika selama ini aku diam bukan berarti kutunduk, mungkin engkau memang terlahir sebagai ratu yang bebas bertindak dengan segenap dayang-dayangmu. Yang dengan mudah mengendalikan bidak para punggawa. Tapi aku bukan mereka.

Dengan bagaimana lagi caraku mengatakannya, jika lidahku enggan mengeluarkan kalimat kebencian. Dan hari ini ketika akhirnya aku bersuara, itu karena ketidaknyamanan sudah menyergap ragaku.

Bahkan disaat aku hancur, tidak semudah itu engkau menaklukkanku. Syukurlah engkau tidak tahu. Dan pun jikalau suatu hari engkau tahu maka bacalah pernyataanku ini. Siapa kamu? Berani sekali padaku. Kamu pikir kamu siapa? Aku bukan budak, aku adalah manusia merdeka.

Katakan pada iblis yang menguasaimu, ancaman itu tak menggetarkanku. Tangan-tanganmu tak akan pernah bisa menyentuhku. Tahu kenapa? Karena aku adalah orang yang tak memiliki harapan. Dan orang yang tak memiliki harapan juga tak memiliki ketakutan.

Jika engkau memang bernyali, coba tatap mataku. Dan ulangi kata-katamu.

XVIII

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to PLEDOI IBLIS

  1. suryaden says:

    Doh ada apa mas, mbok yang sabar mas, jadi ikut marah nih… mana orangnya … hahaha

  2. alfaroby says:

    wah…. barani banget nih…
    menantang setan…
    awas kualat lho…
    wakakkakak

  3. walah, di era semacam ini kok masih ada yang main ancaman dan teror, mas tengku, siapa sih dia kok berani2nya berlaku lancang seperti itu? belum tahu siapa abu, ya?

  4. srya says:

    wah kayaknya ada yang mau meledak nih,,

  5. suwung says:

    mmenakutkan lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  6. bocahcilik says:

    mas, KuBlog aka BlogKu sekarang ternyata masih eksis, di portal penagihan.

  7. genthokelir says:

    weleh weleh sabar mas hehehehe
    kadang bisa begitu yah

  8. Icha says:

    Kata Krisdayanti: Im sorry…goodbyeeeee…:D

    sabaaaaaaar…jagoan menang terakhir..yang tertawa belakangan itu yang jadi pemenangnya…

  9. idham says:

    maaf, tidak ada berita ulang mas…
    lam kenal

  10. tengkuputeh says:

    Bung Surya ==> Tenang mas, saya dpt mengatasinya🙂

    Alfaboy ==> Hah, menantang setan bs kualat??? bgm tu?

    mas Sawaly ==> Teror adl jln instant meraih keinginan, selamanya ada…

    Srya ==> Kalimat yg familiar, pernah dngar. Tp dimana ya :p

    Suwung ==> Jurus langkah seribu niyeee

    Bocahcilik ==> Entahlah, tiba2 Abu kehilangan antusias kembali kesana. Mungkin Abu istirahat sejenak disini.

    Mas Tok ==> Iya bgtlah mas tok, kadang2

    Mbak Lisa ==> Suara mbak Lisa bagus, ulangi dunx nyanyinya🙂

    idham ==> Replay pun tak ada? Salam kenal jg😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s