MENCUMBUI KEMATIAN, SEBUAH ELEGI

tanpa suara mata menangis pilu

menoleh kebelakang, melihat lagi tanpa gairah

melihat pintu-pintu terbuka dan gerbang-gerbang tanpa perikatan

serambi-serambi kosong tanpa tirai atau penutup

mana para prajurit yang berjanji setia

para ksatria tlah bersalin rupa

bagaimana bisa memperjuangkan benteng terakhir

menjaga kisah keperkasaan leluhur

mempertahankan sendiri tanpa elang-elang

elang-elang tlah berganti bulu dan sang harimau moksa

takdir akan kuterima dengan mata terbuka

meski dera siksa menimpa

takkan menghiba

demi kehormatan para indatu

Menggambarkan perasaan Toyotomi Hideyori, menjelang kejatuhan benteng Osaka pada pasukan Ieyasu Tokugawa. Setelah mendengar samurai paling perwira, Yukimura Sanada bertempur matian-matian menjemput maut di front terdepan. Sendirian untuk menjaga kehormatan tuannya.

Lhokseumawe, 16 Mei 2009

mencumbui kematian, sebuah elegi

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to MENCUMBUI KEMATIAN, SEBUAH ELEGI

  1. tikno says:

    Perang sia-sia,
    Kemanusiaan menangis,
    Anak-istri menderita,
    Menanti suami tercinta,
    Berjuang menyambung nyawa.

    Harimau membunuh karena lapar,
    Demi menyambung hidup,
    Hanya manusia….,
    Mampu membunuh tanpa alasan.

  2. Jaya says:

    loyal banget sama tuannya. Apa mirip sama Pasukan Berani Mati nya Gus Dur ya…

  3. hah.
    hidup kita jadi menarik karena majas yang menjadi bumbunya…

  4. bocahcilik says:

    hidup toh hanya menunda kematian.
    dan alasan kita hidup memang untuk mati bukan?

  5. tengkuputeh says:

    jAWAB

    Tikno ==> Perang dan manusia memiliki sejarah panjang, itulah yang membedakan kita dengan makhluk lainnya…

    Jaya ==> Wah mengenai pasukan berani mati Gus Dur, malah Abu tak punya referensinya🙂

    Mahadewa ==> Cerita kehidupan, lebih menarik daripada fiksi to…

    Bocah Cilik ==> Benar saudaraku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s