MIMPI BERTEMU NABI

Menghadapi kehidupan yang terkadang keras dan lembut. Abu adalah seseorang yang berusaha untuk Spartan. Dalam arti ingin mengejar berbagai hal sekaligus. Tekanan mengejar banyak hal ini membuat Abu harus mengakui bahwa diri ini terlalu keras bahkan untuk diri sendiri. Fisik seorang Abu tidak terbuat dari baja, sehingga otak Abu pun bisa melepuh dan itu berakibat kepada kegelisahan tak tentu. Waktu tidur yang minimalis menyebabkan kantung hitam menebal dibawah mata Abu. Hanya dalam tidurlah Abu dapat mengistirahatkan sel-sel otak yang berpacu memburu waktu. Disaat kegundahan menyergap disaat itu pula datang sebuah hiburan yang tak terduga berupa mimpi yang menyejukkan.

 

Dalam mimpi tersebut Abu bermimpi,

 

Disebuah tempat terdapat rel kereta api yang tidak digunakan lagi, Abu menyelusuri jalan rel tersebut dengan pelan namun tiba-tiba Abu melihat segerombolan orang menganggu seorang perempuan (jangan tanyakan siapa dia, Abu tidak mampu mengingatnya). Bahkan dalam mimpi sekalipun Abu tidak dapat melihat seseorang menginjak-injak perasaan orang lain. Entah bagaimana prosesnya Abu berkelahi dengan mereka, kadang Abu memukul kadang mereka memukul. Karena situasi tidak seimbang, dalam hal ini Abu hanya seseorang diri (perempuan itu tiba-tiba menghilang) maka Abu memutuskan untuk melarikan diri.

 

Abu pun berlari menyelusuri rel kereta api, sehingga akhirnya tiba disuatu tempat yang disekeliling jalan tersebut ditumbuhi oleh pohon-pohon besar, di depan Abu melihat seseorang berjalan. Abu yang masih waspada terhadap orang yang mengejar dibelakang memutuskan untuk bergabung dengan orang tersebut. Berdua lebih baik daripada sendiri begitu logika Abu.

 

Dengan terengah-engah Abu menyusul orang tersebut, melihat Abu yang masih ngos-ngosan, orang tersebut menanyakan penyebab berlari seperti orang kesurupan dan  Abu menjelaskan duduk perkaranya.

 

Orang tersebut lalu menasehati Abu tentang banyak hal. Abupun hanya mendengarnya dengan takzim, setelah beliau selesai menasehati. Didorong rasa penasaran Abu bertanya siapakah beliau yang begitu bijaksana. Jawaban beliau masih membekas di otak Abu, ketika beliau mengatakan. “Nama saya Muhammad bin Abdullah.” Seketika Abu yang sedari tadi tertunduk menatap wajah beliau yang dipenuhi cahaya. Alam bawah sadar Abu langsung menyadari bahwa saat itu sedang bermimpi, disisa-sisa mimpi tersebut Abu mencoba tetap berkomunikasi dengan beliau.

 

“Ya Nabi, hamba ini memiliki banyak dosa” kata Abu. “Doakan supaya umatmu ini yang telah banyak berbuat dosa bisa meninggal dalam keadaan syahid” Sambung Abu.

 

Yang Abu ingat, beliau hanya tersenyum dan mengangguk pelan seketika Abupun terjaga dari tidur.

 

Kemana lagi Abu hendak bertanya, selain kepada guru Abu di Lhokseumawe selain Tengku Salek Pungo. Menurut penuturan beliau, Nabi Muhammad Saw adalah sosok agung dalam sejarah peradaban manusia. Bermimpi bertemu dengan Rasullullah S.A.W adalah suatu anugerah karena wujud beliau begitu sempurna karena tiada suatu makhlukpun yang bisa menirunya.

 

Mengomentari mimpi Abu, Tengku Salek Pungo tersenyum. Tafsir mimpi ini menurut beliau, kalau kita mimpi bertemu Nabi dalam sebuah jalan itu menandakan bahwa jiwa Abu masih gamang dan perlu ditingkatkan lagi. Mendengar tafsiran Tengku Salek Pungo, yang beberapa kali pertemuan sebelumnya menyindir Abu telah dilalaikan oleh dunia dan tidak pernah lagi terlihat dipengajian di masjid membuat sosok Abu hanya terpekur terdiam merenunginya hingga saat ini.

 

Detik waktu telah banyak berlalu, berbagai kitab telah terkaji, banyak pengalaman yang telah kuhadapi diberbagai negeri. Semakin banyak kuresapi. Namun saat ini masih mendapati diriku masihlah seorang pandir yang terjerat keangkuhan yang sama, sama seperti dulu. Tak kunjung berilmu.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Kisah-Kisah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to MIMPI BERTEMU NABI

  1. sungguh beruntung si abu bermimpi ketemu Nabi, sehingga bisa menjadi bahan refleksi utk terus meningkatkan imtaq-nya. selamat berkelana, abu, semoga makin tambah arif dan bijaksana.

  2. burem says:

    bertemu dgn nabi?
    wah tak terbayangkan perasaan yang dirasakan oleh abu. melihat bentuk wajah dari seorang yang pernah melahirkan kata2 Tuhan ke dunia.

  3. masicang says:

    serius nih bu bertemu Nabi dalam mimpi?
    Nabi yang mana? ada 25 ribu nabi yang diutus ALlah dimuka bumi ini. Muhammad penutupnya dna hanya 25 yang disebutkan di Alquran…

    kayake ini kisah imajiner Abu lagi tuk memberikan hikmah kepada saya….thanx

  4. Blog Cantik says:

    Titipan menyenangkan sekaligus beban…!
    Ssalam kenal ya…!

  5. tengkuputeh says:

    Jawab

    @Bang Sawaly ==> Mudah2an Abu menjadi tambah bijaksana… Namun juga tidak tenggelam dalam kebijaksanaan buatannya sendiri…

    @Burem ==> Iya, bener2 sebuah anugerah…

    @Masicang ==> Nabi Muhammad s.a.w…

    @Cantik ==> salam kenal juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s