SELAMANYA

Selamanya.” Telunjukmu tepat dihidungku. Waktu telah banyak meninggalkan kita namun kamu belum sedikitpun berubah masih dalam keangkuhan yang sama, seperti dulu.

“Selamanya.” Aku tahu arti kata-kata itu. Masih sama dengan dulu. Tak usah kau ulang berkali-kali. Sekali berarti hingga akhir waktu. Aku sudah tahu ketika pertama kali engkau menyebutkan maka itulah keputusanmu. Final.

“Selamanya.” Masih juga kamu ucapkan itu. Datar. Dunia berubah begitupun aku namun kamu tetap bertahan di kenangan zaman lama. Ketika engkau masih menjadi seorang dewi yang penuh akan mantra dan puja. Sadarlah nona.

“Selamanya.” Dengarkan dulu, aku datang dengan senyum untuk mendengarkan bagaimana kabarmu sekarang, bukan untuk cinta. Bukan pula untuk menertawakan keadaanmu.

“Selamanya.” Tak kuduga kamu telah terjebak curigaisme berlebih terhadap apapun. Juga masih keras melebihi karang, namun itu semua sudah tak menarik lagi bagiku. Rasa sakitmu yang mengundangku untuk membezuk.

“Selamanya.” Bahkan caramu mengusirku pun masih sama. Pahamilah jika kamu masih seperti ini maka selamanya engkau akan menjadi pesakitan seperti saat ini.

“Selamanya.” Baiklah aku pergi. Mengingatkan aku untuk tidak peduli padamu selamanya. Biarlah kau membusuk disana tanpa pertolongan. Apa urusanku.

Lhokseumawe, Pukul 01.30 Dini Hari

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to SELAMANYA

  1. Selamanya, aku takkan pernah terusir darimu. Sebab, aku ada didiriku, dan kamu ada dalam diriku. Kau takkan pernah mengusirka. Sebab, aku ada karena kau ada, di diriku.

  2. tengkuputeh says:

    @Bang Abbas ==> Selamanya Abu bingung dengan kata2 sendiri…

  3. genthokelir says:

    wah piawai bermain makna tersingkap dibalik puisi dan ternyata dah banyak yang mengalir aku mesti baca satu satu nih

  4. tengkuputeh says:

    @mas Tok ==> Saya masih baru belajar koq, belum lulus apalagi piawai…

  5. Bunda Lanang says:

    hm… selamanya, bukan,tapi lama. lama sayah menyerap dan mengerti makna tiap kata yang tertulis…

    hm… begitu indah kalo kata sudah mengalir begitu saja🙂

  6. tengkuputeh says:

    Jawab
    @mbak Tika ==> Hehehe… Kata2 itu seperti candu, membuat ketagihan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s