KALAH PERANG

Hari ini keselamati kegagalanku

Panji-panji  kerkoyak berbau anyir darah

Dua puluh lima ribu pasukan telah hancur

Menjadi  benulang dilantak musuh

 

Aku tak boleh menangis

Walau badan penuh nanah

Pedangku belum bersarung

Masih ada pertempuran lain

 

Sorak-sorai kini tak ada

Buat seorang Jenderal yang kalah

Aku harus bangkit

Dan membangun kavaleri baru

 

Walau dalam hidup, tak semua keinginanmu tercapai

“Nikmat tuhanmu yang manakah lagi yang engkau dustakan”

Hari kekalahanku, 5 Nopember 2008

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku. Bookmark the permalink.

4 Responses to KALAH PERANG

  1. Sorak-sorai kini tak ada
    Buat seorang Jenderal yang kalah

    siapakah sang jenderl itu, mas tengku?

  2. tengkuputeh says:

    Bukan Mccain
    Tapi saya bang….

  3. mbadeni says:

    mestine postingna skarang, pas hari pahlawan. jadi pean bisa mati sebagai pahlawan juga…. (berpikir nek amrozi cs eksekusi hari ini opo iyo dadi pahlawan pisan?)

  4. tengkuputeh says:

    hehehe….
    Tengku mah ndak ada hubungan dengan Amrozi cs, alias Variabel Independen dari kejadian bom Bali I.
    Ini masalah pribadi mbadeni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s