TOPENG

Topeng! Bagaimana kita memaknai kata tersebut. Dalam banyak tulisan Topeng dimaknai buruk. Sebuah pertanda kemunafikan dimana seseorang tidak menjadi dirinya sendiri. Topeng darimana asal kata tersebut secara etimologi? Mungkinkah ia merupakan singkatan dari Tutup Bopeng? Tapi yang pasti Topeng adalah alat untuk menutup wajah.

 

 

Topeng? Samakah secara fungsi dengan cadar atau make-up atau juga bedak? Tak usah itu dipolemikkan karenakan akan menghasilkan sesuatu yang absurd. Topeng dalam arti ini juga digunakan dalam opera, kabuki, atau wayang orang.

 

 

Pernahkan kita bertanya mengapa para Super-Hero kecuali Fantastic Four mengenakan topeng. Batman, Spiderman, Gundala, Pahlawan Bertopeng, Ultraman, Power Rangers bahkan secara harfiah Superman mengunakan topeng? Apakah para pahlawan memiliki krisis kepercayaan diri harus menggunakan penyamar identitas. Dua kepribadian yang bertolak belakang menjadi senjata untuk mengaburkan siapa dirinya. Akankah ini dapat digolongkan tindakan hipokrit? Atau secara lebih lugas sebagai pengecut?

 

 

Apakah ini merupakan gejala universal bahwa manusia memiliki sisi lain yang disembunyikan, entah itu baik atau buruk. Apakah ini menambah kepalsuan dunia.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Pengembangan diri. Bookmark the permalink.

4 Responses to TOPENG

  1. Bangpay says:

    Kalo topengnya superhero memang utk perlindungan. Krn ketika kebongkar identitas aslinya akan berbahaya bagi org2 terdekatnya. Baik membuat mereka over pede atau jd incaran penjahat..

    Topeng, seperti juga pisau. Tergantung orang yang ada di baliknya..

  2. tengkuputeh says:

    Abang percaya dengan alat atau pengguna?

  3. bangpay says:

    kalo ada orang yang secara sadar menjadi alat, maka tak perlu ada pembahasan apakah perlu tidaknya dia dianggap sebagai manusia…

  4. Pingback: TERIMA KASIH PADA SASTRA | FROM KOETARADJA WITH LOVE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s