HIKAYAT SANG PENGEMBARA

Aku yang telah mengembara sepanjang pesisir barat dan timur

Di tepi pantai yang sunyi ini, aku menyendiri dan bersaksi.

Aku cinta hidup ini, saat aku menangis ketika separuh negeri menjadi lautan.

Dan sampai hari ini, mendapati yang kukasihi sudah tiada lagi.

Kini aku hanya insan pengembara.

Aku tlah lelah berkelana terus.

Kuingin beristrirahat bersama para sahabat yang telah mendahuluiku.

 

“Takdir bahkan telah mengejutkan seorang pria,  dalam bilangan tahun yang singkat. Betapa kampung halaman yang sama terlihat begitu asing  jika memandang dalam waktu berbeda, apalagi orang-orangnya.”

 

Tempatku pulang, Banda Aceh lima Oktober dua ribu delapan

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku. Bookmark the permalink.

8 Responses to HIKAYAT SANG PENGEMBARA

  1. Mas Tengku, liriknya puitis, tapi sendu dan ada nada tragis. saya yakin Tuhan sudah memiliki skenario terbaik buat hamba-Nya. semoga mas tengku tetep semangat!

  2. tengkuputeh says:

    Terima kasih Bang Sawali, mengingatkan saya
    “jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT”

  3. Bangpay says:

    Hmm… Jgnkan kampung halaman.. Tiap kali ngunjungi WC jg sering mikir ada yg beda. Konon segala yyg terikat waktu tentu didera perubahan di tiap detiknya…

    (omongan laki2 yg terlalu banyak di toilet)

  4. genthokelir says:

    rasa haru pun jadi mengenyakkan aku menjadi teringat ketika datang ke kotamu dan kuangkat beserak jenasah para saudara se umat itu
    masih jelas teringat dalam kedatanganku kenapa datangku dalam bencana itu
    mengingatkan ku kah
    salam dari gunungkelir

  5. tengkuputeh says:

    balas
    bangpay ==> Orang dinamis tdk terikat waktu, seperti abang sudah lebih jauh lagi pengembaraannya….
    gunungkelir ==> Kapan main lagi kemari bang, kali ini ya beda dgn dulu…

  6. Neo Agustina says:

    TOP..renungan yang oke.. abru pulang kampung bang..? sedih nya ampe kerasa melalui kata2 tadi…udah jangan sedih lagi…abang kan masih punya teman dari pantai barat dan timur…kalo jadi pindah malah dapat pengalaman baru di pantai selatan…tapi boleh dong pustaka nya dititipin ke neo..neo dengan senang hati ngurusin pustaka mini abang…hehehe (^O^)
    omongan orang yang ada mau nya…hahaha

  7. Ozan says:

    Layak di bukukan.

  8. tengkuputeh says:

    balas
    Neo ==> Inikah hanya sebuah perenungan dalam perjalanan pulang dalam bus pelangi, hehehe…. Iya pengembaraan ini telah membuat abang menjumpai banyak pengalaman baru…
    Ozan ==> Terima kasih, iya saat ini kira2 gmn ya prosedurnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s