INDAH BUNGA

Yang terindah dari sekuntum bunga
Bukanlah tatkala mekar di musim semi
Jumlah tak terhitung
Mewarnai sisi-sisi dunia

Yang kutahu akan gugur
Dan tak satupun bertahan
Semuanya layu, tiada bersisa
Seiring musim semi berakhir

Yang terindah dari sekuntum bunga
Disaat jatuh tertiup angin
menyebar kesuburan di dalam tanah
Indah bunga pada kematiannya

Banda Aceh, 8 Maret 2005

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku. Bookmark the permalink.

5 Responses to INDAH BUNGA

  1. Bangpay says:

    Kematian sendiri hanyalah proses, maka yang indah itu soal eksistensi. Dan keindahan itu bagaimana bunga menjalani eksistensinya dan soal happy ending-nya.. (khusnul khotimah)

  2. tengkuputeh says:

    Amin, mudah2an kita seperti dapat mencapai Khusnul Khotimah juga bang

  3. Neo Agustina says:

    keindahan,kebajikan di dunia dan akhirat…

  4. Ozan says:

    Indahnya lagi ‘Bunga Citra Lestari’
    hehehe… :d

  5. tengkuputeh says:

    Jwab
    Neo ==> Amin
    Ozan ==> Asal bek bunga berduri bang, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s