TRIBUTE KEPADA “SANG PEMIMPIN” MENJADI SESEORANG

 

CHAPTER III

1

TRIBUTE KEPADA “SANG PEMIMPIN”

MENJADI SESEORANG

 

Disaat engkau mencintai dan siap untuk tidak dicintai, memberi tanpa mengharapkan imbalan atas perbuatanmu maka sesungguhnya engkau telah menjadi manusia dewasa.

 

Disaat engkau telah memaafkan orang lain walaupun dia masih dan terus menyakitimu maka sesungguhnya dirimu telah menjadi seorang laki-laki sejati.

 

Disaat orang lain mengidolakan seseorang dari ketenarannya sedang engkau mengidolakan seseorang dari kepribadiannya maka engkau telah menjadi seseorang yang berkarakter.

 

Jika engkau tidak melupakan dan tetap menghormati mereka-mereka yang membentuk karakter serta menambah pengetahuanmu maka sesungguhnya engkau telah menjadi orang yang berbudi.

 

Disaat engkau ingin berbeda dengan orang lain dan menjadi yang terbaik maka sesungguhnya engkau telah memiliki cita-citamu sendiri.

 

Disaat orang lain hanya bisa menangisi kekalahannya sedang engkau menerimanya dan menjadikanmu semakin kuat maka engkau adalah pemenang yang sesungguhnya.

 

Disaat orang lain menggerutu menghadapi masalah, sedang engkau tabah dalam menjalaninya maka sesungguhnya dirimu telah mengalahkan masalahmu itu sendiri.

 

Disaat orang berdusta untuk menyelamatkan dirinya sendiri sadangkan engkau tetap dijalan kejujuran walaupun orang lain mencemooh dan menertawakan dirimu maka sesungguhnya engkau telah menanamkan rasa hormat di hati mereka untuk dirimu.

 

Disaat orang lain mencaci dan menghinakan lawan mereka sedangkan engkau tetap menghormati mereka maka yakinlah bahwa kekalahan tak akan menyentuh dirimu sedikitpun.

 

Disaat orang lain bersembunyi dari kenyataan sedangkan engkau tetap tegar menghadapinya meski itu menyakitimu maka sesungguhnya engkau telah menaklukkan musuh terbesarmu.

 

Disaat tak seorangpun yang menyuarakan kebenaran, engkau mengatakan walaupun kau diacuhkan maka engkau telah menyelamatkan mereka semua.

 

Disaat engkau tetap bangga dengan keterbatasanmu walaupun orang lain merasa malu jika diposisimu padahal sesungguhnya itulah keadaanmu yang sebenarnya tanpa menutupinya malah engkau mensyukurinya maka engkau telah membuat kebanggaan dimata orang tuamu.

 

Disaat engkau tetap memberikan yang terbaik darimu yang bisa engkau berikan walaupun tidak cukup untuk memuaskan orang lain maka sesungguhnya engkaulah manusia terbaik.

 

Ketika engkau memiliki segala kebahagiaan di dunia dan itu semua menambah kecintaan dan rasa syukurmu kepada sang pencipta maka sesungguhnya engkaulah mutiara ilmu dari guru-guru, orang tua dan siapapun yang mendidikmu.

 

Ketika nanti tiba suatu hari dimana engkau meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Banyak orang yang mengantarkan jenazahmu, bersedih untukmu dan merasa sangat kehilangan atas dirimu maka sesungguhnya engkau telah berhasil sebagai manusia di dunia dan selesailah tugas-tugasmu di dunia ini.

 

XXXXX

 

Kubaca puisi yang diberikan Zeus kepadaku, sebuah catatan untuk melengkapi catatan Olympus yang sedang kususun. Oh betapa aku terhenyuh meresapi nilai yang ia anut.

Puisi ini bukan hanya kata-kata bagiku, namun ia adalah ideal role yang disusun oleh pujaanku. Sesudah tiga tahun bersahabat dengannya aku menyadari bahwa tindakan dan perbuatannya benar-benar terlandaskan apa yang tertulis.

Orang boleh berkata ia terlalu naif menghadapi kejamnya hidup, terlalu ortodoks untuk percaya bahwa setiap kebaikan akan berbuah kebaikan. Namun inilah sebenarnya yang dibutuhkan oleh semua manusia yaitu memanusiakan dirinya sendiri dan memanusiakan orang lain.

Aku yang bernama Saleh ini, dikenal juga dengan nama Hermes mungkin tidak akan memiliki lagi teman sepertinya yang memiliki jiwa besar dan hati yang lapang.

Ia Ahmad yang ditabalkan sebagai Zeus, adalah sosok panutan kepada sekitarnya. Pemimpin sejati yang mampu mengeluarkan potensi terbaik dari sekelilingnya. Betapa aku, masyarakat bahkan dunia merindukan seorang pemimpin seperti ini.

Mungkinkah harapan ini akan berkembang ataukah pupus, waktulah yang mampu menjawabnya.

 

XXXXX

 

Bagian dari Novella Olympus, yang sedang Milvan Murtadha kerjakan….

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Cerita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s