AUDIT LAPORAN KEUANGAN

Uang adalah sesuatu yang tidak memiliki nasionalisme, ideologi. Ia sejatinya adalah alat tergantung siapa yang menggunakan. Kemampuan menggunakan uang sangat dipercaya oleh mereka yang menganut pemikiran kapitalisme. Oleh karena berbagai tekanan maka ibunya Abu sebagai komisaris utama PT. Milvan Murtadha & Co memerintahkan kepada Abu sang Direktur Utama untuk membuat laporan keuangan untuk diaudit oleh tim Audior yang tidak independen, yaitu ibunya Abu sendiri. Jelek-jelek begini Abu sewaktu SMU pernah mewakili sekolah dicerdas cermat Akuntansi walau kalah dipenyisihan, pernah kuliah di jurusan akuntansi Unsyiah walau di-DO, lulusan STAN walau hanya D1, dan yang paling penting adalah pegawai DJP sudah pasti telah membuat SPT Orang Pribadi tahun 2007. Maka dengan mudah Abu membuat laporan keuangan PT.Milvan Murtadha & Co.
Abu yakin laporan keuangan tersebut akan mendapat nilai outstanding. Mengapa? Karena pada dasarnya Abu adalah anak rumahan, jarang keluar. Sering sih jajan, namun lebih sering jajanan anak-anak seperti eskrim dorong biasa, siomay keliling, kerupuk tempe, mie caluk yang relatif tidak mahal. Namanya hidup kan untuk dinikmati, kalau jajanan yang bersifat elit seperti Paparons, KFC dsb. Abu kurang suka. Pernah seorang teman dari luar Aceh datang ke Lhokseumawe minta ditraktir Paparons, okelah. Itu pertama sekali dalam sejarah hidup makan Pizza, langsung trauma, perut Abu mules selama tiga hari. Perut seorang anak gembala yang pernah juga merangkap petani dan penjual sayur ini tetaplah memiliki selera kampung dan tak tahan dengan makanan yang oleh para pakar disebut Fast Food. Kesukaan Abu pada jajanan tradisional, apalagi jajanan anak SD seperti pisang molen pernah dikritik Tengku Salek Pungo, beliau menganggap Abu sebagai seorang pendendam sejarah, makanan yang dulu ketika kecil Abu lihat dengan menahan liur, karena tak punya uang utuk membeli sekarang malah disantap sesering mungkin. Tapi peduli amat, asal Abu suka dan tidak menganggu orang lain (paling hanya berebutan siapa cepat dengan anak-anak SD) kenapa harus menghentikan sebuah kesenangan untuk diri sendiri.
Abu hanya mengkhawatirkan budget untuk buku yang dianggarkan hampir dua ratus ribu setiap bulannya. Bukan buku pelajaran, kuliah atau yang berhubungan dengan pekerjaan namun lebih kepada hobi yaitu fiksi dan sejarah. Namun semenjak lemari buku di rumah Banda Aceh dan dikosan Lhokseumawe penuh ketika koleksi buku yang sudah mencapai seribu lebih, Abu mulai membatasi diri membeli buku hanya yang benar-benar berkualitas saja. Mungkin lebaran tahun ini waktu pulang ke Banda Aceh, Abu harus membeli sebuah lemari buku baru untuk dirumah sana dan buku-buku diLhokseumawe perlu dimigrasikan juga supaya adik-adik Abu di Banda Aceh bisa membacanya. Namun hobi membaca kan tidak selamanya buruk? Paling tidak malam minggu bisa dihabiskan dengan menenggelamkan diri bersama bacaan. Anggaran Internet? Tidak perlu karena ada fasilitas kantor. Ditunjuk sebagai admin Abu adalah penguasa penuh kapan saja untuk menggunakannya baik browsing, googling ataupun blogging seperti ini.
Laporan keuangan PT. Milvan Murtadha & Co, Abu masukkan kedalam surat dan dikirim dari Lhokseumawe ke Banda Aceh via L-300. Tinggal menunggu hasil. Selang sehari, ibunya Abu menelpon. Beliau marah dengan laporan keuangan yang Abu susun. Mengapa? Padahal menurut Abu sudah sangat keren. Usut punya usut ternyata kecewa melihat item aktiva, bukan masalah anggaran buku seperti yang Abu sedikit khawatirkan tapi beliau yang lulusan D-II PGSD marah melihat item piutang jumlahnya melebih 3 kali item Kas dan Bank. Artinya harta Abu lebih banyak dalam bentuk piutang dan itu menunjukkan gejala tidak sehat bagi sebuah perusahaan. Alias terlalu banyak memberi hutangan kepada pihak lain dan tidak mempedulikan kelancaran kas diri sendiri.
Ternyata itu masalahnya, dengan segera Abu memberikan penjelasan. Secara pengeluaran bulanan Abu tidak banyak, jadi daripada uang menumpuk di Bank (seolah-olah milyarder) kan lebih baik memberi bantuan kepada orang yang memerlukan uang, hitung-hitung investasi Silaturrahmi begitu alasan Abu. Ibu Abu adalah seorang dengan karakter gigih, beliau memaksa Abu untuk menjelaskan siapa saja klient, alasan mengutang dan berapa lama mereka sudah mengutang. Ibunya Abu tambah marah ketika tahu ada hutang yang terlalu lama (melebihi setahun), ada hutang yang tidak rasional (untuk beli motor sport) dan paling marah lagi ketika tahu ada yang berutang adalah orang yang secara ekonomi tidak rasional berutang pada Abu (maaf kalau yang ini rahasia ya). “Bodoh, kamu seperti anak SD saja selalu saja mudah ditipu orang.” Vonis Ibu kejam, padahal maksud Abu baik untuk menolong orang.
Abu bisa keras kepada seluruh dunia, tapi tidak dengan ibu. Untuk itu Abu mengiyakan dengan penuh takzim ketika beliau meminta Abu untuk melakukan kebijakan uang ketat dalam memberi hutang dan menagih beberapa hutang yang sudah jatuh tempo segera!
“Tapi, Abu malu untuk menagih hutang seolah-olah tidak percaya pada teman.” Melalui Hp Abu sedikit berkeluh tentang tekhnis penagihan.
“Kacau, kamu yang memberi hutang malah malu, seharusnya mereka yang malu berhutang kepada kamu. Mulai sekarang ibu minta laporan keuangan dari kamu setiap bulan.” Sambung ibu, Abu pun menepuk jidat! Setiap bulan, tape deh.
Abu hanya menarik nafas panjang ketika ibu memutuskan telepon. Menilik ke belakang, Abu mengingat dahulu ada banyak waktu dimana tidak memiliki uang sepeserpun di kantong namun walau begitu tidak pernah sekalipun berhutang. Abu hanya menahan diri dan memilih penghiburan yang tidak berbiaya dan malah bermanfaat, perpustakaan. Namun kita tidak akan mampu memaksakan pemikiran kita pada orang lain, setiap manusia memiliki karakter berbeda dan Abu tidak merasa berhak mengadili kepribadian seseorang. Hari ini ketika melihat pada diri sendiri Abu sangat bersyukur, bisa menolong banyak teman dan merasa sangat kaya. Tapi ngomong-ngomong bagaimana ya cara menagih hutang soalnya jujur sampai dengan saat ini Abu belum pernah melakukannya.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Kisah-Kisah. Bookmark the permalink.

2 Responses to AUDIT LAPORAN KEUANGAN

  1. bangpay says:

    menagih hutang? sama saja dengan cara berhutang namun kita punya agunan (berupa piutang) yang jika pinjaman kita dikabulkan maka agunan kita itu hilang… itu saja…

  2. tengkuputeh says:

    Waduh berat bang, lha saya belum pernah berhutang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s