DIPERSIMPANG JALAN

Terlalu banyak kebimbangan merajam sukma

Akan masa depan yang tak pernah pasti

Satu persatu cita-cita berguguran

Bersama angin laut menusuk

 

Mana kejayaan ketika tiada keberanian

Mengapa harus malu-malu

Mengakui bahwa jiwa telah menggelembung

Membusuk dalam prasangka

 

Kebimbangan tersirat lebur

Dalam ketenangan bersama senyuman

Hari ini dipersimpangan jalan

Kuharus memilih jalan mana harus dilalui

 

Lhokseumawe, 5 April 2008

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Puisiku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s