DIKEJAR2 WANITA

bagi teman-teman yang masih bujangan, muda, berpenghasilan dan bermasa depan. Maka anda harus bersiap-siap untuk dikejar-kejar wanita. Dikejar ini bukan berarti untuk ditagih hutang atau masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) pihak yang berwajib tapi diincar untuk dijadikan pendamping hidup atau mungkin hanya untuk dijadikan sekedar pacar.

 

Mungkin anda semua tidak mempercayai hipotesis Abu, tapi itulah pengalaman teman Abu yang bernama Samba dan Jojo. Samba ini adalah pemuda Mandailing Tapanuli Selatan dan Jojo adalah campuran Melayu dan  Pujakesuma (Pemuda Jawa Keturunan Sumatera). Mereka teman satu Direktorat yang sama namun berbeda Kantor dengan Abu di Lhokseumawe. Kebetulan kami bertiga mengontrak rumah yang sama sehingga saling sharing ide dan pendapat.

 

Awalnya ini tidak menjadi kendala malah mereka menikmati, sms perhatian dan telfon malam (tarif murah tentunya) asyik-asyik saja mereka jalani.

 

“Sekedar berteman sah-sah saja bukan?” Alasan mereka.

 

“Jangan bermain api” itulah kata-kata Abu selalu, tapi siapa sih yang tidak ingin diperhatikan, apalagi orang tua dan keluarga nun jauh disana. Namun akhir-akhir ini sms dan miscall tengah malam terasa sangat mengganggu (HP harus selalu aktif karena secara Geografis keluarga yang jauh sehingga sewaktu-waktu bisa memberi kabar mendadak) apalagi mengingat aktifitas kerja yang semakin meningkat seiring persiapan modernisasi DJP di Kanwil NAD.

 

Menghadapi masalah ini mereka meminta saran Abu The Patriach rumah kontrakan kami. Menghadapi situasi klasik seperti ini Abu hanya menyarankan solusi kuno pula. Pertama segera menikah dan yang kedua perbanyak berpuasa. Gampangkan?

 

Namun masalahnya tak semudah itu, karena sang Patriach yaitu Abu juga tidak memberi contoh yang baik (dengarlah ini wahai para pemimpin). Berhubung Abu juga belum menikah dan amat sangat jarang berpuasa sunnah. Maka sudah amat sangat jelas segala saran Abu tersebut ditolak. Padahal kebenaran itu bisa datang dari siapa saja.

 

“Abu sendiri yang tidak melakukan apa disaran itu kok juga tidak dikejar-kejar wanita?” Lha, ini diberi saran kok membalik pertanyaan.

 

“Ini mah beda kasusnya karena Abu mah Special One” Elak Abu.

 

“Bagi-bagi dong rahasianya” Pinta Samba dan Jojo.

 

“Baik, tapi ini ilmu yang sangat rahasia dan tidak semua orang bisa menjalankannya”. Kali ini Abu serius.

 

“Ngomong saja masalah sejarah, pasti mereka mundur teratur. Samba coba pelajari sejarah Tanah Batak dan jojo coba pelajari sejarah Mataram”. Terpaksa juga Abu mengajarkan jurus pamungkas.

 

“Caranya ketika mereka mengajak bicara potong saja dengan kata-kata, Mataram itu raja yang paling hebat adalah Sultan Agung Hadinigrat dan sebagainya. Jurus ini ditanggung mujarab.” Kata Abu sambil mengacungkan jempol.

 

“Benar-benar jurus yang sulit.” Kata mereka serentak.

 

Bagi teman-teman yang ingin mempraktekkan ajian Abu ini silahkan, namun ini seperti kata Samba dan Jojo adalah hal yang sulit. Namun kalau sudah dicoba awas ketagihan lho. Dan Abu tidak bertanggung jawab atas segala konsekuensinya.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Kisah-Kisah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s