BERPIKIR DAN BERTINDAK

Sutan Syahrir pernah berkata yang kira-kira bunyinya seperti ini “Kalau persoalan sudah ada kesimpulannya tetapi tidak dilaksanakan, maka yang ada adalah perasaan rendah diri. Suatu rasa tidak sanggup mengatasi masalah.” Mantan Perdana Menteri pertama Indonesia yang berasal dari Partai Sosialis ini jelas bukan merupakan tokoh populer dalam sejarah Indonesia, namun kata-katanya jelas mengandung kebenaran.

Intinya Jika segala sesuatunya hanya dibicarakan tanpa dilaksanakan maka yang terjadi adalah rasa rendah diri kolektif.

Lihatlah seminar-seminar dengan berbagai kesimpulan yang hebat dan megah, namun nihil dalam pelaksanaan. Semuanya mengapurkan pikiran dan akhirnya mengapurkan sebuah generasi, dan terakhirnya mengapurkan bangsa.

Lihatlah Indonesia, negeri yang bahkan lebih luas dari Eropa, Andaikata kita hitung dalam Kilometer jarak antara Sabang dengan Marauke kira-kira sama dengan jarak antara London sampai Moskow. Dalam ruang yang sama di Eropa, luas satu negara Indonesia sama dengan luas sekitar 60 negara Eropa dan menghimpun 400 kebudayaan.

Apa yang salah? Dengan segala sumber daya yang tersedia. Dengan segala potensi yang kita miliki, hanyakah kita menjadi The Sick Man From Asia? Pahit, tapi bukan untuk disesali.

Dalam sejarah bangsa-bangsa didunia, termasuk sejarah bangsa Indonesia kaum pemuda mengambil peranan terdepan. Lihatlah revolusi di Kuba, revolusi kebudayaan di China, revolusi Perancis. Di Indonesia lihatlah Sumpah Pemuda, Proklamasi, Malari, Refomasi. Apa jadinya suatu bangsa jika kaum mudanya apatis dan konsumtif.

Seperti yang dikatakan oleh Syahrir, apa gunanya kita berbicara kalau tanpa tindakan, membaca tulisan ini setidaknya marilah kita berpikir untuk menghindari pelapukan pikiran. Tahukah anda mengapa Penjajah Kolonial Belanda mengajarkan bangsa Indonesia menulis indah? Karena Penjajah Kolonial Belanda berkeinginan supaya bangsa kita hanya berkosentrasi untuk menulis namun lamban dalam berpikir.

Oleh karena itu mari bertindak.

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Pengembangan diri. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s