GAM CANTOI TIADA

Siapapun yang pernah hidup di Aceh, dan memiliki hubungan keterkaitan dengan Provinsi Aceh pasti mengenal tokoh ini. Gam Cantoi, sebuah sosok karikatur yang hanya menyajikan tiga gambar saja yang gampang diartikan ke kehidupan nyata oleh masyarakat umum. Kocak, tapi memberikan pesan sosial yang kuat, hadir setiap hari melalui Koran lokal Serambi Indonesia. Secara fisik Gam Cantoi mirip dengan sebuah tokoh karakter yang diciptakan oleh Joanna Ferrone dan Sue Rose ditahun 1985, Fido Dido.

GAM CANTOI IMIGRAN GELAPGAM CANTOI POLIGAMIGAM CANTOI MELAPORGAM CANTOI DAN SAPIGAM CANTOI DAN PLNDisajikan oleh seorang seniman sejati, M. Sampe Edwards. Kadang-kadang terpikir bagaimana bisa orang ini tidak pernah kehabisan ide disetiap harinya menghibur masyarakat Aceh lewat karikatur Gam Cantoi dari masa ke masa. Tak pernah kehilangan kreatifitas dalam setiap pergantian zaman. Banyak dari kita saat membaca harian Serambi Indonesia yang pertama kita buka adalah karakter Gam Cantoi, sangat mengasyikkan dan mengundang tawa. Ketika politik tak lagi asyik, maka humorlah yang menyelamatkan kita dari kebosanan.

Tiada yang abadi di dunia yang penuh kefanaan ini, termasuk sang seniman M. Sampe Edwards meninggal dunia pada hari Sabtu 30 Maret 2013 pukul 19.15 WIB di Rumah Sakit Colombia Asia Medan (RSCAM) Sumatera Utara karena mengidap penyakit tumor pada belakang batang hidung. Kita patut berduka, ditinggalkan seorang seniman besar yang lebih berharga dari pada seluruh Bupati dan Walikota se-Aceh, bahkan jika Gubernur dan wakil ditambahkan sekaligus.

Berdukalah kita semua, ketika M. Sampe Edward tiada, maka Gam Cantoi juga tak akan ada (lagi), menghibur kita semua. Selamat Jalan Legenda, semoga berkah dan rahmat Allah SWT atasmu.

About these ads

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti abu //
This entry was posted in Asal Usil and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s