ODE SEEKOR ELANG

8 June 2009

Matamu tajam, menembus angkasa. Sayapmu merapuh elang, dimana bulu-bulu itu?  Cakar-cakarmu menumpul bukan? Wahai elang, coba tatap mega-mega senja disana. Warna lembayungnya mengiriskan bagi sayapmu yang tak terkepak lagi.

Elang bagaimana perasaanmu, akan kakimu yang dirantai? Engkau bisu. Dada membusung itu tiada. Kini engkau hanyalah piasan para raja. Engkau telah lupa nikmatnya mengangkasa. Elang tahukah kamu? Di luar sana bangsamu terancam kepunahan.

Elang, raja para burung. Legendamu samar-samar sekarang. Harga dirimu telah dikoyak-koyak zaman. Membawamu pada sangkar ini. Paruhmu lupa darah segar mangsamu hidup-hidup. Kini, hanya belas kasih manusialah sumber penghidupanmu.

Duhai elang. Sudah berapa lama engkau disini. Dijauhkan dari habitat aslimu. Menikmati puncak rantai makanan dalam ekosistem pegunungan hijau. Elang, hidup ini adalah cerita tentang memangsa bukan?

Matamu itu tak mengenal air mata bukan? Tapi mengapa bagiku terlihat begitu pilu. Disetiap hari hanya mampu melihat ke atas tanpa bisa terbang. Sangat mengesalkan. Tentu menyedihkan menghabiskan waktu mengharapkan hari itu kembali.

Rindumu melayang bebas dibawah sinar matahari tak terungkapkan. Harapanmu tak lagi dimengerti oleh kebanyakan kami. Perasaan sedih yang kau miliki menanti ajal dalam kerangkeng. Izinkanku tuk menyampaikan kepada mereka semua. Dalam ode seekor elang.

7 Responses to “ODE SEEKOR ELANG”

  1. sunggu menyedihkan nasib si elang, terus terbang dan mengangkasa, tapi agaknya lupa ketempat asalnya. duh, benar2 odenya telah berubah menjadi sebuah elegi. mungkin hanya abu yang bisa menyelamatkannya, hehe ….

  2. Aulia said

    oooooooooh….kata-kata tengku membawa ku terbang jauh ke angkasa….klepek-klepek….

  3. suryaden said

    mungkinkah doa-doa ayam sudah dikabulkan… huhuhu…

  4. Raffaell said

    Jadi inget pilm disc channel tentang elang, ada elang yang terbangnya spiral pas mau memburu mangsa

  5. Mas Sawali ==> Abu tak punya kuasa tuk membebaskannya :( Karena ia tak punya keberanian tuk terbang lagi…

    Aulia ==> Hehehehehe

    Suryaden ==> Hahahahaha, ayam2 yang diternakkan dikandang. Tokh akhirnya disembelih juga oleh manusia…

    Raffael ==> Benar, acara yang menarik itu…

  6. icha said

    salam untuk si elang..yang terbatas gerak dan pandangan..nanti kita akan bikin aksi demo dengan poster-poster yang bertuliskan: bebaskan si elang!

    :D

Leave a Reply