<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: KETIDAKAGUNGAN CINTA</title>
	<atom:link href="http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/</link>
	<description>Lelaki. Seperempat Abad. hidup di bawah langit.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 02:14:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: tengkuputeh</title>
		<link>http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/#comment-72</link>
		<dc:creator>tengkuputeh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 10:23:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tengkuputeh.wordpress.com/?p=166#comment-72</guid>
		<description>Jawab
Neo ==&gt; Abng agak sulit mendeskripsikan tokoh perempuan, itu sebuah kelemahan cerpen berikutnya akan coba diperbaiki dengan tidak &quot;melibatkan&quot; perasaan perempuan...
Ozan ==&gt; Tawaran yang sangat menarik, saya sangat tersanjung. Tapi apa saya pantas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawab<br />
Neo ==&gt; Abng agak sulit mendeskripsikan tokoh perempuan, itu sebuah kelemahan cerpen berikutnya akan coba diperbaiki dengan tidak &#8220;melibatkan&#8221; perasaan perempuan&#8230;<br />
Ozan ==&gt; Tawaran yang sangat menarik, saya sangat tersanjung. Tapi apa saya pantas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ozan</title>
		<link>http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/#comment-69</link>
		<dc:creator>Ozan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 17:52:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tengkuputeh.wordpress.com/?p=166#comment-69</guid>
		<description>Dialog sudah ada, kemudian ditambah bumbu exspresi secukupnya.  Deskripsi tempat. Taburkan narasikan waktu dua siung. Tambahkan plot maju mundur dan maju. 
Dan ting... jadilah Cerpen.
Trus... dibungkus dalam kertas koran lewat budaya@harian-aceh.com  
Atau ke redaksi media lokal lainya. 
Ditunggu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dialog sudah ada, kemudian ditambah bumbu exspresi secukupnya.  Deskripsi tempat. Taburkan narasikan waktu dua siung. Tambahkan plot maju mundur dan maju.<br />
Dan ting&#8230; jadilah Cerpen.<br />
Trus&#8230; dibungkus dalam kertas koran lewat <a href="mailto:budaya@harian-aceh.com">budaya@harian-aceh.com</a><br />
Atau ke redaksi media lokal lainya.<br />
Ditunggu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Neo Agustina</title>
		<link>http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/#comment-51</link>
		<dc:creator>Neo Agustina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 15:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tengkuputeh.wordpress.com/?p=166#comment-51</guid>
		<description>keren...tapi seperti biasa perasaan cowok nya kuat..tapi cewek nya perasaan nya nanggung..
mungkin karena da unsur pribadi tentang cewek jadi penyampaian nya gak nyampe..
bg, tapi lebih oke dari pada perasaan venus atau hera lho..kalo mau di kembangan bisa jadi cerpen lho...yang tadi kan cuma 1 bab aja kan..?tapi dapat banget awal atau akhirnya..hehehe
cuma amatiran yang coment sih..jangan masukin hati.. (^o^)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keren&#8230;tapi seperti biasa perasaan cowok nya kuat..tapi cewek nya perasaan nya nanggung..<br />
mungkin karena da unsur pribadi tentang cewek jadi penyampaian nya gak nyampe..<br />
bg, tapi lebih oke dari pada perasaan venus atau hera lho..kalo mau di kembangan bisa jadi cerpen lho&#8230;yang tadi kan cuma 1 bab aja kan..?tapi dapat banget awal atau akhirnya..hehehe<br />
cuma amatiran yang coment sih..jangan masukin hati.. (^o^)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tengkuputeh</title>
		<link>http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/#comment-50</link>
		<dc:creator>tengkuputeh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 10:58:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tengkuputeh.wordpress.com/?p=166#comment-50</guid>
		<description>Saya tersanjung atas pujian dari bang Sawali yang legendaris, saya belum sehebat abang, hehehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tersanjung atas pujian dari bang Sawali yang legendaris, saya belum sehebat abang, hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://tengkuputeh.wordpress.com/2008/10/10/ketidakagungan-cinta/#comment-49</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 10:01:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tengkuputeh.wordpress.com/?p=166#comment-49</guid>
		<description>dialog yang sangat menarik dan memikat, mas tengku. meski untuk memahaminya dibutuhkan kaitan antarkonteks dialognya. saya menangkap suasana tragis di dalamnya. lelaki dan perempuan, agaknya memang ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan penuh keagungan cinta. namun, ketika Tuhan berkehendak lain, lelaki dan perempuan hanya bisa pasrah menerima takdir dan kehendak-Nya. sebuah dialog yang memadukan antara romantisme dan religouisitas. salam kreatif, mas tengku. saya jadi makin suka berkunjung ke blog ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dialog yang sangat menarik dan memikat, mas tengku. meski untuk memahaminya dibutuhkan kaitan antarkonteks dialognya. saya menangkap suasana tragis di dalamnya. lelaki dan perempuan, agaknya memang ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan penuh keagungan cinta. namun, ketika Tuhan berkehendak lain, lelaki dan perempuan hanya bisa pasrah menerima takdir dan kehendak-Nya. sebuah dialog yang memadukan antara romantisme dan religouisitas. salam kreatif, mas tengku. saya jadi makin suka berkunjung ke blog ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
